Warta

Peluncuran Beasiswa Lazis ASFA Demi Menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045

Oleh: Rafi Erlangga

Minggu, 6 Agustus 2023, Lazis Assalam Fil Alamin (ASFA) menggelar acara pembukaan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia di Mesir. Acara yang diselengarakan di al-Azhar Convention Center ini dihadiri oleh 1200 peserta. Setelah agenda seremonial peluncuran beasiswa, Lazis ASFA lantas mengadakan seminar yang diisi oleh kalangan cendekiawan Institute for The Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST).

Selain meresmikan peluncuran beasiswa, Komjen Pol. (Purn.) Dr. Syafruddin Kambo, M., selaku Pimpinan Lazis ASFA, membuka acara dengan menyatakan, bahwa program ini merupakan wacana besar yang diharapkan akan mencetak kader-kader berkompeten dalam ilmu pengetahuan. Lazis ASFA mewacanakan pengembangan SDM unggul untuk pesantren yang akan menentukan wujud “Indonesia Emas” pada tahun 2045 nanti.

Di sela pemaparannya, Pak Syafruddin menyampaikan, bahwa Lazis ASFA terinspirasi dari konsistensi kiprah dan peranan institusi al-Azhar yang telah mewakafkan kepada umat Islam selama seribu tahun lamanya. Tak heran, kunjungan luar negeri pertama mereka ditujukan ke Mesir, sekaligus dalam rangka memberikan beasiswa pendidikan untuk 250 mahasiswa pada gelombang pertama ini. Pak Syafruddin juga mengaku, bahwa lembaga ini akan terus berusaha untuk meningkatkan kuota beasiswa di al-Azhar hingga mencapai seribu mahasiswa.

Menurut Pak Syafruddin, bonus demografis Indonesia sangat mendorong peningkatan program kader-kader pesantren. Oleh karena dalam jangka 20 tahun ke depan, kader-kader yang disiapkan saat ini akan berkiprah di pesantren dan masyarakat sekitar. Upaya ini menuai ucapan terima kasih yang tak pernah henti dari perwakilan Rektor Universitas al-Azhar dan Penasehat Grand Syekh al-Azhar beserta jajarannya.

Disaampaikan juga bahwa mahasiswa al-Azhar asal Indonesia, sudah memiliki perhatian terkait hubungan diplomatik dengan negara Mesir sejak tahun 1945. Saat ini, mahasiswa Indonesia memasuki jumlah terbanyak dibandingkan mahasiswa luar negeri yang lain. Maka, dengan jumlah sebesar ini seharusnya impian “Indonesia Emas” akan mudah tercapai di tahun 2045 nanti.

Ke depannya, Lazis ASFA akan melakukan upaya pengembangan sinergis bersama komunitas mahasiswa Indonesia di Mesir, baik dalam ranah kajian, jurnalistik, maupun pemikiran Islam. Karena itulah, Pak Syafruddin memotivasi mahasiswa untuk selalu berkarya, termasuk dalam bidang kepenulisan dan pengembangan dalam pemikiran Islam.

Baginya kegiatan seperti di atas yang akan dibutuhkan kelak di Indonesia. Maka dari itu, dalam sistem penyeleksian beasiswa, Lazis ASFA menguji calon penerima beasiswa melalui keterampilan dalam bidang penulisan esai dan motivation letter. Selain itu, kriteria prioritas penerima beasiswa terdiri dari: orang yang kurang mampu dalam finansial, memiliki rekomendasi dengan afirmasi yang kuat, berprestasi dan siap mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan.

Semenjak berdiri pada 2022, Lazis ASFA sudah memberikan bantuan ekonomi, kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat Indonesia. Semisal dalam bentuk bantuan pendidikan, lembaga nonprofit ini telah menggelontorkan beasiswa pendidikan kepada pelajar di tingkat SMP, SMA, S1, S2 dan S3 baik dalam maupun luar negeri, termasuk di antaranya pelajar al-Azhar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by MonsterInsights