Opini

Mendedah Fenomena Supermoon dan Blue Blood Moon

Oleh: Ainul Mamnuah

Fenomena bulan purnama yang terjadi pada awal dan akhir bulan Agustus kemarin, sedikit-banyak telah menarik perhatian masyarakat, khususnya bagi penikmat benda-benda langit. Namun, bulan purnama kali ini berbeda dari biasanya, sebab fenomena ini terjadi dengan rupa yang berbeda dan berlangsung dua kali dalam satu bulan. Bulan purnama unik atau langka ini biasa dijuluki dengan sebutan supermoon dan blue blood moon, konon katanya fenomena ini memiliki misteri atau kisah mistis yang tersembunyi di baliknya. Misteri tersebut diyakini sebagai pertanda buruk yang akan terjadi sebuah bencana besar menimpa bumi ini.

Dalam literatur sejarah dan budaya dijelaskan, gerhana bulan dan bulan purnama sejak dahulu sudah menjadi sebuah misteri di berbagai kawasan budaya, baik itu dengan penjelasan yang ilmiah maupun yang berkaitan dengan mistis dan mitos. Lantas, apakah benar fenomena supermoon dan blue blood moon ini merupakan tanda terjadinya bencana alam? Lalu, bagaimana mitologi dan fakta ilmiah di balik fenomena ini?

Berangkat dari fenomena di atas, kita perlu mengetengahkan terlebih dahulu pendefinisian antara fenomena, misteri dan mitos. Supaya kita tahu apakah fenomena ini memiliki indikasi perihal mistis atau tidak. Terlebih kata “fenomena” ini memiliki kesan sebuah peristiwa yang merepresentasikan sebuah kejanggalan atau peristiwa yang tidak lazim terjadi dalam keseharian manusia. Pun, tentang bagaimana mitos-mitos ini muncul serta tumbuh subur di tengah masyarakat kita, khususnya Jawa dan Bali.

Term fenomena menurut Freddy Rangkuti, seorang pemilik buku analisis SWOT, yaitu sebuah fakta yang kita temukan di lapangan. Sementara menurut Prof. Dr. Buchari Lapauw, MPH, seorang dosen di Universitas Hang Tuah Pekan Baru, fenomena merupakan sesuatu yang bisa disaksikan oleh panca indera serta dapat dinilai dan dijelaskan dengan ilmiah. Sedangkan misteri ialah sesuatu yang belum diketahui dengan pasti penyebabnya serta menarik rasa keingintahuan manusia. Misteri biasanya dikaitkan dengan kejadian horor dan supranatural. Tak hanya itu, misteri itu sesuatu yang wujudnya dan faktanya tersembunyi serta sulit untuk digapai oleh rasionalitas akal manusia. Sehingga, perbedaan antara fenomena dan misteri yaitu terletak dalam eksistensi kejadian tersebut memiliki indikasi faktor penyebabnya atau tidak.

Adapun mitos berasal dari bahasa Yunani yaitu “muthos”, yang secara harfiah diartikan sebagai cerita atau sesuatu yang dikatakan seseorang. Berarti definisi mitos secara istilah ialah sesuatu yang dipercayai oleh sebagian orang atau masyarakat, biasa digunakan untuk menakut-nakuti, memberi peringatan ataupun diceritakan secara berkelanjutan. Seluruh mitos yang ada di dunia ini merupakan mitos yang telah ada sejak zaman nenek moyang dan berkembang sampai sekarang dikarenakan cerita yang terus bergulir. Bagi sebagian orang, mitos merupakan sesuatu yang sudah jarang dipercaya, tapi sebagian yang lain masih mempercayai tentang mitos-mitos  tersebut. Seperti, mitos bulan itu sendiri, bulan purnama, gerhana bulan, dan lain-lainnya yang sampai sekarang masih dipertanyakan oleh masyarakat.

Dari pemaparan tentang definisi dari masing-masing term tersebut, kemudian kita bisa menelisik sebuah fenomena supermoon dan blue blood moon melalui ekplanasi. Ekplanasi yakni penjelasan mengenai sebuah fenomena, baik fenomena alam maupun fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ekplanasi ini pun berfungsi sebagai penunjuk suatu rangkaian sebab-akibat yang berakhir pada fenomena yang akan diterangkan. Untuk dapat menjelaskan suatu fenomena, maka kita bisa mengunakan dua jenis ekplanasi, yakni ekplanasi non-ilmiah dan ekplanasi ilmiah.

Pertama, ekplanasi non-ilmiah. Ekplanasi ini biasa disebut dengan penjelasan fenomena berdasarkan mitos. Dalam banyak hal, bulan kerap dikaitkan dengan hal-hal yang indah dan menyenangkan. Namun, terlepas dari itu, bulan ternyata menyimpan banyak misteri. Beragam mitos dan teori dimunculkan untuk menjawab misteri-misteri tersebut, termasuk teori-teori yang di luar akal atau tidak lazim. Keterkaitan bulan dan mitologi ini sudah terjadi semenjak zaman kuno, dimana bulan dikaitkan dengan perilaku aneh dan gila, termasuk berjalan sambil tidur, bunuh diri, aktivitas illegal, dan berubahnya manusia menjadi serigala.

Pun, kata kegilaan (lunacy) dan gila (lunatic) tersebut berasal dari dewa bulan Romawi yakni Luna. Konon katanya sang dewa kerap mengendarai keretanya melintasi langit di malam hari. Sehingga, selama ribuan tahun dokter dan pakar kesehatan mental percaya bahwa ada keterikatan antara maniak dan bulan. Hippocrates, seorang bapak kedokteran modern pada abad ke-5 SM pun menuliskan dalam bukunya, bahwa orang akan mengalami teror dan kegilaan di malam saat ia dikunjungi Dewa dan Dewi Bulan.

Adapun mitos terjadinya fenomena bulan purnama supermoon dan blue blood moon ada lima. Yakni di antaranya, bahwa supermoon dan blue blood moon merupakan pertanda bencana alam. Mitos ini muncul sebab adanya anggapan bahwa fenomena ini bisa mempengaruhi gaya gravitasi antara bumi dan bulan. Akibatnya, akan sering terjadi perubahan iklim, gempa bumi, dan bencana alam lainnya. Kemudian, mitos kedua bahwasanya fenomena ini membuat orang jadi gila, hal ini serupa dengan mitos bulan secara umum. Mitos ini muncul karena ada kepercayaan supermoon dan blue blood moon dapat mempengaruhi sikap dan perilaku manusia. Seperti meningkatkan emosi, agresivitas, kecemasan, depresi dan gangguan mental lainnya.

Selanjutnya, mitos yang ketiga, bahwa fenomena ini merupakan tanda akhir zaman. Mitos ini muncul karena ada anggapan bahwa supermoon dan blue blood moon adalah fenomena langka dan aneh, sehingga hal ini menandakan adanya sesuatu buruk akan terjadi di dunia. Pun fenomena ini dikaitkan dengan nubuat-nubuat agama atau ramalan-ramalan mistis, seperti tanda kemunculan Dajjal, antikristus, dan lain-lainnya. Mitos keempat, menjelaskan bahwa supermoon dan blue blood moon bisa meninggkatkan kesuburan wanita. Mitos ini muncul sebab adanya anggapan bahwa fenomena ini dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan ovulasi wanita, sehingga meningkatkan peluang kehamilan. Sedangkan mitos yang terakhir, ada anggapan bahwa supermoon dan blue blood moon bisa kabulkan permintaan. Mitos ini muncul karena fenomena ini menjadi kesempatan untuk tempat penggabulan sebuah harapan.

Kedua, ekplanasi ilmiah. Yakni penjelasan sebuah fenomena melalui sains atau hal-hal yang ilmiah. Ekplanasi ilmiah bulan purnama supermoon dan blue blood moon menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ialah fenomena astronomi alami yang sudah terjadi sejak dahulu. Supermoon dan blue blood moon atau disebut juga purnama perige merupakan fenomena yang terjadi ketika bulan berada pada posisi terdekat dari bumi dan bertepatan pada fase bulan purnama—jarak bulan dan bumi ketika purnama perige yaitu 357.530 km. Sementara jarak keduanya ketika purnama biasa (apogee) yaitu 405.830 km. Akibatnya, saat fenomena ini terjadi, bulan akan terlihat lebih besar 14% dan lebih terang sekitar 30% dari ukuran bulan purnama biasa.

Tak hanya itu, fakta lain dari fenomena ini ialah tentang dampak yang diakibatkannya. Supermoon dan blue blood moon memiliki dampak terhadap kenaikan tinggi-pasang air laut, namun kenaikan ini sangat kecil sehingga tidak mungkin atau sampai menyebabkan bencana besar. Pun, fenomena ini tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia di bumi, seperti fenomena ini tidak menganggu pergerakan bumi sama sekali. Tentunya hal ini bertolak belakang dengan mitos bahwa jarak bulan yang dekat dengan bumi, maka akan menghancurkan bumi. Melainkan fenomena ini hanya akan menyebabkan dampak buruk pada kawasan pesisir yakni berupa banjir rob sebab pasang-surut air laut karena bulan purnama.

Walhasil, terlepas dari kelangkaan, kesepektakuleran, serta keunikannya, beberapa masyarakat mempercayai bahwa fenomena supermoon dan blue blood moon bermakna spiritual serta ramalan terselubung. Sementara sebagian lainnya sudah mempercayai bahwa fenomena tersebut mengandung sebuah fakta ilmiah. Namun, kita semua perlu memaknai fenomena ini sebagaikejadian alam biasa, dimana kita tetap mengaungkan keagungan dan kebesaran Tuhan SWT. Tersebab, berdasarkan fakta ilmiah pun tidak ada hal yang istimewa selain kejadian alam di dunia ini.

Ainul Mamnu'ah

If You Think You Can, You Can

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by MonsterInsights