Warta

Ketua Panwaslu Kairo Sayangkan Minimnya Atensi WNI terhadap Mekanisme Pemilu 2024

Sabtu, 10 Februari 2024, para WNI di Kairo khususnya Masisir silih berdatangan ke KBRI Kairo, Garden City, Kairo, untuk memilih calon presiden yang mereka dambakan. “Saya sangat bersemangat melihat antusiasme generasi muda yang semakin meningkat dalam menyambut pemilu 2024 ini,” ujar Muhammad Amin Abdul Samad, Ketua Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Kairo. Hal ini disampaikannya karena melihat lancarnya proses mobilisasi yang disebar di beberapa titik kawasan Masisir dan proses pemilu yang relatif berjalan dengan tertib.

“Pada tahun 2019, PPLN Kairo mendapat peringkat ke-2 dari total 128 PPLN seluruh dunia dengan persentase 87,14% pemilih,” tambahnya. Sedangkan jumlah pemilih di tahun ini mengalami peningkatan, dari yang hanya berjumlah sekitar 7600 pemilih di pemilu 2019 menjadi sekitar 12.000-an pemilih. Proses pemilihan tersebar di 20 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang seluruhnya berpusat di KBRI Kairo agar bisa dijaga dan diawasi dengan ketat. Sementara itu, terdapat pemungutan suara dengan Kotak Suara Keliling (KSK) untuk pemilih yang tinggal di Kota Mansoura, Tanta, Alexandria, Borg el Arab, dan Sadat City yang dilaksanakan pada 9 Februari 2024.

Faiz Husaini, Ketua Panwaslu Kairo, menyampaikan bahwa antusiasme WNI terhadap pesta demokrasi 2024 ini terlihat cukup menakjubkan. Sayangnya, antusiasme ini tidak diimbangi dengan atensi terhadap mekanisme pemilu yang telah dipaparkan oleh perwakilan dari PPLN dan Panwaslu lewat sosialisasi dan konferensi pers yang diadakan beberapa waktu silam, serta berita terkait pemilu yang dipublikasikan oleh media-media Masisir.

Hal ini terbukti dari banyaknya Masisir dan WNI yang belum mengurus perpindahan hak memilihnya dari Indonesia ke Mesir, sehingga mengharuskan pemindahannya diproses secara manual di hari pemilu. Akibatnya, terjadi penumpukan WNI di KBRI Kairo pada beberapa jam terakhir pencoblosan. Tidak sampai di situ saja, waktu pencoblosan yang seharusnya berakhir pada pukul 18.00 WLK pun mengaret hingga 19.30 WLK dikarenakan masalah ini.

“Seharusnya para mahasiswa harus lebih memperhatikan setidaknya berita-berita seputar pemilu 2024 ini agar tidak terjadi kejadian masalah seperti pemilu tahun ini,” ujar Jihan, salah satu pencoblos yang turut hadir di TPS KBRI Kairo. Ia juga berharap PPLN Kairo di pemilu mendatang bisa lebih mengkondisikan lagi terkait pembagian TPS. Menurutnya, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dapat dibuatkan TPS khusus, guna mencegah terjadinya penumpukan antara Daftar Pemilih Tetap (DPT), DPTb serta Daftar Pemilih Khusus (DPK) di TPS yang sama.

Proses pemilu 2024 benar-benar berakhir pada pukul 20.30 WLK dengan pendataan jumlah surat suara yang terpakai dan tidak terpakai, serta pendataan jumlah pencoblos. Adapun penghitungan surat suara akan dilaksanakan bersamaan dengan pemilu di Indonesia, yakni pada 14 Februari 2024. (Julia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by MonsterInsights