Warta

Mengenal Kultur Ke-Azhar-an dan Masisir Melalui Ormaba PPMI Mesir 2024

Kamis, 22 Februari 2024, PPMI Mesir berkolaborasi dengan pihak al-Azhar, Wihdah PPMI Mesir dan Forum Senat Mahasiswa (Forsema) menggelar acara Orientasi Mahasiswa Baru (Ormaba) di gedung al-Azhar Conference Centre (ACC) Hayy Sadis, Kairo. Acara ini dihadiri oleh Wakil Grand Syekh al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Duwaini, Mustasyar Syekh al-Azhar Dr. Nahlah al-Sha’idi dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kairo, Dr. (HC). Drs. Lutfi Rauf, M.A.

Dengan bertajuk “Menanamkan Nilai Azhari, tuk Khidmat pada Ibu Pertiwi” rangkaian seminar dalam acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru Universitas al-Azhar Kairo pada kultur perkuliahan dan kehidupan di Mesir. Acara kali ini adalah bagian pertama dari rangkaian acara Ormaba PPMI Mesir yang akan diadakan selama dua hari, yaitu hari Kamis tanggal 22 Februari dan hari Sabtu tanggal 24 Februari 2024.

Ormaba yang diadakan PPMI Mesir tahun ini terasa spesial karena untuk pertama kalinya acara diselenggarakan di gedung al-Azhar Conference Centre (ACC). Sebelumnya, Ormaba PPMI Mesir selalu digelar di gedung Fakultas Tarbiyah al-Azhar Kairo. Meningkatnya atensi mahasiswa baru untuk mengikuti Ormaba adalah salah satu sebab ketua pelaksana, Hana Hazim Nashif Kanz, mengalihkan acara di gedung ACC. Pada Ormaba tahun kemarin, beberapa peserta sempat tidak mendapatkan tempat duduk dan terpaksa berdiri sepanjang acara karena jumlah tempat duduk yang kurang memadai.

Selain untuk mengenalkan mahasiswa baru pada dunia perkuliahan di al-Azhar dan kehidupan di Mesir secara umum, tujuan dari Ormaba tahun ini juga untuk membangun kekompakan dan hubungan persaudaraan antar-mahasiswa baru sebagai bekal generasi emas bangsa. Diharapkan, para Masisir dapat berkontribusi pada cita-cita Indonesia Emas 2045. Mengingat jumlah Masisir pada tahun 2024 telah mencapai 1300-an menurut Dubes RI untuk Kairo, Dr. (HC). Drs. Lutfi Rauf, M.A. dengan jumlah sebanyak itu, ia berharap Masisir dapat menjadi duta Indonesia di kancah internasional, terutama di Timur Tengah.

Acara dibuka dengan pembacaan al-Quran oleh M. Hifdzi Abdillah, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars PPMI Mesir. Segera setelah acara sambutan oleh ketua pelaksana dan Presiden PPMI Mesir, acara dilanjutkan dengan sambutan dari wakil Grand Syekh al-Azhar Syekh Ahmad Duwaini dan penasihat perempuan pertama Grand Syekh al-Azhar, Dr. Nahlah al-Sha’idi. Dalam sambutannya, Dr. Nahlah al-Sha’idi menekankan pentingnya mengetahui ilmu agama dan menyelami rahasia-rahasianya sebagai bekal mengajar di kampung halaman nanti. “Universitas al-Azhar tidak hanya mengajari murid-muridnya saja, akan tetapi membentuk akal, paradigma dan jiwa kalian semua.” Demikian ujarnya dalam pidato di gedung ACC tersebut.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pertunjukan salah satu tarian khas Aceh, tari rapai geleng. Pertunjukan tersebut berlangsung selama 15 menit. Setelah istirahat, sholat dan makan siang, agenda selanjutnya adalah materi tentang ke-Azhar-an dan ke-Indonesia-an oleh Direktur Pusat Informasi al-Azhar Dr. Hussam Syakir. Dalam materinya, beliau menjelaskan hubungan Mesir dan Indonesia yang telah terjalin erat sejak Indonesia berdiri. Beliau juga menjelaskan kemiripan yang dimiliki oleh kedua negara tersebut, seperti nama ibu kota masing-masing negara yang memiliki makna yang sama, dan lambang kedua negara yang sama-sama berupa burung berwarna emas.

Materi kedua adalah peta keilmuan (kharîtah al-‘ulûm) yang dibawakan oleh Ustadz Agung Saputro, Lc. Dipl. Ia menjelaskan secara singkat pemetaan keilmuan al-Azhar dan metode terbaik dalam belajar berbagai cabang ilmu. Materi terakhir dibawakan oleh Forum Senat Mahasiswa (Forsema) yang dibagi menjadi empat sesi. Setiap sesi dibawakan oleh ketua senat mahasiswa dari masing-masing fakultas perkuliahan. Materi dimulai dari fakultas Ushuluddin, Syari’ah, Lughah, kemudian Dirasat Islamiyah. Masing-masing ketua senat mahasiswa menjelaskan secara singkat tugas senat dan pembagian jurusan pada tiap-tiap fakultas. Acara kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama.

Setelah acara usai, kami sempat mewawancarai salah satu panitia Ormaba, Ghifan dari kekeluargaan KPJ mengenai tujuan dari diselenggarakannya Ormaba oleh PPMI Mesir. Ia berkata bahwa meskipun masing-masing senat dan kekeluargaan juga mengadakan orientasi mahasiswa baru (Ormaba), tetapi acara yang mereka selenggarakan hanya berfokus pada aspek kultural kedaerahan dan perkuliahan saja. “Sementara itu, Ormaba PPMI Mesir berfokus pada pembentukan paradigma mahasiswa baru agar mereka nantinya bisa berkontribusi besar pada kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya. (Achmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by MonsterInsights