Warta

Kelalaian Bendum Buntut dari Manipulasi Presiden PPMI Mesir

“Proses perekrutan DP (PPMI) cenderung dadakan. Beberapa kali saya tanyakan alasan merekrut, (tetapi) selalu dijawab dengan asas kepercayaan, bukan asas kompetensi, begitu pula pada Khalid”, ujar Glenn Sofyan Lubis, Pimpinan BPA PPMI Mesir ketika diwawancarai reporter Bedug Media sesaat setelah berlangsungnya Konferensi Pers Laporan Hasil Investigasi Keuangan PPMI Mesir, pada Minggu (10/3/2024) di Aula Baruga KKS, Hay Tasi’.

Kepercayaan Presiden Rahmat Iqbal pada anggotanya tidak berdasar. Pasalnya, satgas investigasi telah membuktikan bahwa Bendahara Umum PPMI Mesir, Khalid Saifullah (KS), menyalahgunakan wewenang serta tidak kompeten dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Kenyataan pahit demikian diperparah oleh kelalaian Iqbal dalam mengawasi Khalid.

Hilmi Imaduddin selaku anggota satgas investigasi menyampaikan kesimpulannya. Ia mengemukakan bahwa KS tidak kompeten dalam mengelola keuangan PPMI Mesir. Di samping itu, KS terbukti menggunakan dana kegiatan untuk keperluan pribadi. Hilmi melanjutkan kesimpulannya, “adanya kelalaian presiden dan wakil presiden dalam menjalankan fungsi supervisi PPMI Mesir.”

Suasana konferensi semakin riuh tatkala Yuqa Nur Hamida, anggota satgas lain, didesak media untuk menjawab seperti apa keperluan pribadi KS. Tak ayal, jawaban simpel Hamida membuat merah muka para peserta. Bagaimana tidak, alih-alih digunakan untuk kepentingan umum, uang umat malah dipakai “seperti nongkrong”.

Wajar bila keraguan muncul dari benak peserta atas sikap yang akan ditempuh Iqbal ke depannya untuk keberlanjutan PPMI Mesir. Hilmi menyebutkan bahwa PPMI akan mengadakan reshuffle. Bila asas kepercayaan Iqbal pada KS saja bisa salah, maka apa yang akan menjamin hasil reshuffle akan lebih baik? Untuk itu, Glenn angkat bicara, “Kami tidak bisa menjamin lebih baik, tetapi kami memastikan orang yang akan digantikan punya kompetensi lebih baik dari dia (KS).”

Sebelum narasi reshuffle muncul, ada narasi untuk menurunkan (memecat) KS. Namun, tindakan reshuffle dipandang lebih baik oleh Glenn daripada pemecatan. “Pemecatan Khalid berdampak buruk. Bisa jadi, dia tidak bertanggung jawab dan lari. Berbeda dengan reshuffle yang masih membebani Khalid dengan tanggung jawab dan terdapat kontrol di dalamnya”, ujar Glenn.

Para peserta konferensi masih belum puas jika yang bersangkutan hanya mendapatkan sanksi reshuffle. Mereka menginginkan sanksi yang menjerakan KS. Sayang, Rizaly Baktsir yang menjadi bagian satgas investigasi menafikan fungsi penentuan sanksi di dalam tubuh satgas. Dengan demikian, BPA lah yang bertanggung jawab melalui sidang komisinya. “Untuk agenda yang kami rancang, kemungkinan itu (sidang komisi) langsung besok,” pungkas Glenn. (Firdaus)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by MonsterInsights