Warta

 Shariah Orientation Week (SHOW); Pesan-Pesan Menjadi Azhari yang Sejati  

Seorang Azhari mempunyai tanggung jawab dan moral yang berat. Selain harus siap secara keilmuan, mereka juga dituntut untuk bisa berperilaku sebagaimana pendahulunya. Namun, masih banyak kalangan Masisir sendiri yang tidak tahu bagaimana selayaknya tingkah laku seorang azhari, terkhusus mahasiswa baru. Atas dasar itu, SEMA FSI (Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyah) menyelenggarakan acara Shariah Orientation Week.

Senin, 4 Maret 2024 SEMA FSI (Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyah) menyelenggarakan acara SHOW (Syariah Orientantion Week) di Capital Palace, Auditorium Qashr Maliky, Nadi Sikkah. Acara tersebut mengusung tema “Forming The Real Azhari to be a Golden Generation”. Guna memperkuat tujuan dan tercapainya tema tersebut, pihak panitia turut mengundang beberapa pihak terkait dan pemateri: Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Dr. ‘Atha Abdul ‘Ati al-Sinbati; Dekan Fakultas Pendidikan Islam untuk Perempuan, Dr. Syafiqah al-Syahawi; Staf Pensosbud KBRI Kairo, Rahmat Aming Lasim; Ust. Faqih Ubaidilah Rozan dan Ust. Muchammad Zain Islah LC. Dipl.

Saat sesi sambutan, Dr. ‘Atha Abdul ‘Ati Assinbati, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum menyampaikan tentang pentingnya bersabar dalam mencari ilmu, beliau mengambil sosok Imam Abu Hanifah sebagai contoh ulama yang bersabar dalam menuntut ilmu “Beliau duduk bersama ulama lebih dari sepuluh tahun untuk menjadi ulama, sedangkan kalian hanya belajar empat tahun dan menjadi ulama?” Ujar beliau disusul gelak tawa para hadirin.

Berbeda dengan  Dr. Atha yang menyampaikan pentingnya sabar dan mujâhadah dalam menuntut ilmu, Dr. Syafiqah Assyahawi selaku selaku Dekan Fakultas Pendidikan Islam untuk Perempuan menyampaikan tentang pentingya mengamalkan ilmu, “Ilmu saja tidak cukup, harus dengan amal,” ucapnya.

Acara berlanjut ke penyampaian materi. Sesi pertama disampaikan oleh Ust. Faqih Ubaidilah Rozan, beliau memaparkan tentang bagaimana layaknya seorang azhari. Menurutnya, seorang azhari harus menyeimbangkan antara dua hal: Talaqi dan kuliah. Dua hal ini didasarkan pada dua pondasi yang menopang al-Azhar: majelis (jami’) dan universitas (jamî’ah). Selain itu, beliau juga menyampaikan definisi azhari menurut Syekh Ali Jum’ah, “seseorang yang berakidah Asy’ari, bermazhab fikih, dan bertingkah laku sufi”.

Menurut beliau, menjadi seorang asy’arian bukan berarti fanatik dan tidak mengambil pelajaran dari selain Imam Asy’ari. Beliau menceritakan bagaimana ulama zaman dahulu berguru kepada ulama bermazhab muktazilah bahkan syiah.

Jalannya acara pun terasa spesial karena ditutup dengan sedikit hiburan, yaitu penampilan film pendek yang dibuat oleh panitia tentang pentingnya kuliah. Tak kalah menarik, di ujung acara juga dibacakan puisi berjudul “Rindu” yang diharapkan dapat membuat para pendengar bisa lebih mencintai pencipta dibanding ciptaanya. Sebagai salah satu peserta, saya merasa puas dengan jalannya acara dan berharap acara ini bukan sekadar acara seremonial belaka, tetapi apa yang disampaikan bisa membekas di benak para peserta dan juga dapat diimplementasikan secara nyata. (Muadz)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by MonsterInsights