Warta
Trending

Al-Mîzân Study Club Gelar Kajian Diskursus al-Bayân

No ratings yet.

KAIRO, BEDUG- Bertempat di rumah salah satu anggotanya, di Darrasa, kajian al-Mîzân Study Club (halaqah usyâriyyah) berlangsung gayeng. Kajian ini dimulai tepat setelah shalat Dzuhur (12/07/2018), dengan membedah makalah yang berjudul “Kajian Teoritis Nalar Bayânî; Statis-Dinamis dalam Diskursus al-Bayân”.

Setelah sesi pembukaan dari moderator, kajian langsung dilanjutkan sesi presentasi dari pemakalah. Dalam sesi ini, pemakalah memaparkan secara gamblang bagaimana pola telaah statis-dinamis dalam diskursus al-Bayân. Ia memulai dengan menyampaikan pentingnya mengangkat tema ini. “Salah satunya adalah bahwa nalar bayâni telah diaplikasikan dalam interpretasi teks oleh sebagian besar ulama Islam klasik; baik ahli bahasa, ahli fikih atau pun teolog,” tuturnya lugas.

Sesudah mengungkapkan alasan pentingnya tema, pemakalah masuk ke ranah pembahasan ‘yang dinamis’ terlebih dahulu, dengan mengambil konsep Imam Syafii (w. 204 H) dalam al-Risalahnya. Imam Syafii menelaah al-Bayân dari sudut pandang mukhâtab. al-Bayân bagi Imam Syafii adalah kaidah-kaidah umum yang memiliki banyak cabang hukum secara partikular yang nantinya disebut kaidah ushul fikih. Dilanjutkan dengan konsep al-Bayân di tangan al-Jahizh (w. 255 H) dengan sudut pandang mutakallim. Menurut al-Jahizh, al-Bayân dipahami sebagai upaya mengungkapkan makna yang ada dalam pikiran. Setelah itu, dilanjutkan dengan nazhm al-Jurjani sebagai sebuah transformasi bayan al-Jahizh. Setelah memaparkan pola ‘yang dinamis’, pemakalah menilik ‘yang statis’ dalam al-Bayân. Menurutnya, ‘yang statis’ adalah penyingkapan makna melalui media bahasa atau teks.

Usai pemaparan makalah, kajian dilanjutkan dengan sesi kritik editorial dari setiap anggota. Di sesi ini, setiap anggota mengkritik makalah, baik dari segi editing atau pun ide yang ditawarkan. Kajian kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing ide oleh masing-masing anggota kajian, sesuai hasil bacaan yang memang dipersiapkan sejak sebelumnya. Kajian berlangsung sangat khidmat dan gayeng, lantas ditutup dengan ramah tamah. (uut)

Facebook Comments

Nilai Kualitas Konten

Iklan

Tags
Show More

Related Articles