Warta
Trending

Buletin Bedug Adakan Kelas Intensif Menulis

5/5 (1)

KAIRO, BEDUG— Kelas Menulis Bedug (KMB) ini berawal dari obrolan anggota Bedug generasi pertama yang ingin mempererat ikatan persaudaraan antargenerasi dan konsisten menjadikan Bedug sebagai wadah untuk belajar dan menulis. Melihat kebutuhan teman-teman Bedug yang ingin serius bergelut di dunia menulis, perlu diadakan kegiatan ini untuk mendapat bimbingan intensif dan teori yang benar tentang opini.

Awalnya kegiatan ini hanya akan diadakan 4 kali dalam satu bulan, yaitu hari Rabu dan Kamis bertepatan pada 21, 22, 28 dan 29 Maret. Tetapi mengingat antusiasme teman-teman Bedug dalam latihan menulis, maka Kelas Menulis Bedug akan berlanjut setelah ujian termin dua Universitas al-Azhar. Adapun pesertanya hanya dikhususkan bagi anggota redaktur generasi pertama dan kedua, sebanyak 20 peserta. “Kebetulan, ini sesuai dengan keinginan saya sejak dulu, bahwa saya punya impian teman-teman Masisir itu tulisannya mewarnai media-media di Indonesia. Ketika ada kawan-kawan yang senior ngobrol ingin belajar nulis secara intensif, di rubrik opini terutama, ya saya sambut baik, saya luangkan waktunya,” ungkap Ahmad Muhakam Zein selaku narasumber dalam Kelas Menulis Bedug, pembimbing sekaligus editor website bedug.net.

Selain memiliki target untuk tembus ke media nasional, Kelas Menulis Bedug juga mempunyai hubungan khusus dengan website Bedug. Yaitu menyiapkan kader-kader penulis untuk bisa menulis di website, untuk NU maupun untuk Masisir. Selain itu, program website ini juga sebagai ruang menulis bagi redaktur ahli di Bedug. “Tujuannya sebagai tindak lanjut program menulis kawan-kawan. Selain itu juga ingin mensyiarkan dakwah ke Indonesia melalui tulisan dengan cara membuat website. Tapi yang terpenting, menjadi medium dan wadah teman-teman untuk menulis,” bebernya.

Kelas Menulis dimulai setiap pukul 11.00 CLT, selesai pada pukul 19.00 CLT. Pada hari pertama, kegiatan ini diisi dengan materi opini yang diampu oleh Ahmad Muhakam Zein, bertempat di Gamajatim. Hari kedua, sedikit materi tambahan dan bedah tulisan di rumah salah satu peserta. Di hari ketiga, membahas dan mengkritisi tiga tulisan peserta yang bertempat di rumah Damela Darrasah. Pada hari keempat, bertempat di sekretariat IKBAL Korda Kairo, melanjutkan materi bedah opini.

Meski memiliki kendala tempat yang belum tetap, namun kegiatan tetap berjalan lancar dan tepat waktu. Hal ini karena kesungguhan dan antusiasme peserta. masing-masing peserta serius dalam belajar menulis opini secara benar, dengan target pendek mampu menembus salah satu media besar nasional, seperti Kompas, Jawa Pos atau Suara Merdeka.

Iklan

Salah satu peserta, M. Fikri Zulkarnain mengaku puas dan senang, “Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat, khususnya bagi anggota Bedug”. Ia mengatakan bahwa Bedug adalah tempat belajar. Dalam kelas menulis ini para anggota saling berdiskusi dengan teratur, terarah dan mengkritisi masing-masing tulisan yang telah disiapkan. Ia pun menyatakan bahwa dalam diskusi ini sangat menarik, jadi tahu kekurangan dan kelebihan tulisan kita, tentunya harus dibarengi persiapan yang matang sebelum diskusi, agar punya pijakan dalam tulisan atau kritikan. Harapannya program kelas menulis ini dapat menjadi program yang tetap dan memiliki aturan yang resmi untuk generasi selanjutnya.

Di akhir kelas, narasumber mengingatkan agar peserta terus latihan nulis, latihan membaca, menganalisa dan bermental baja. “Kalau sudah bisa buat opini sesuai dengan standar media nasional, kita dapat pendapatan tambahan, bisa pula memberikan sumbangsih pikiran,” pungkas Ahmad Muhakam Zein. (ned)

Facebook Comments

Nilai Kualitas Konten

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close