Warta
Trending

PPM Sumut Bershalawat bersama Zaahera

No ratings yet.

KAIRO, BEDUG— Jumat, 30 Maret 2018, “Zaahera” (angkatan kedatangan 2017 PPMI Mesir) kembali menyelenggarakan acara rutinannya. Acara kali ini bertajuk “Safari Shalawat; Dengan Shalawat Kita Satukan Umat.” Acara ini diselenggarakan Zaahera, bekerja sama dengan PPMI Mesir, Sahah Indonesia dan semua kekeluargaan.

Bertempat di Aula Daha KMJ Asyir, rutinan tiap Jumat ini (30/3) memasuki minggu ke-9. Seharusnya, acara dilangsungkan di aula PPM Sumut, namun karena tempatnya kurang memadai, akhirnya acara dipindahkan ke Daha KMJ. Acara berlangsung khusyuk dan meriah, dihadiri sekitar 200 Masisir yang mayoritas dari anggota Zaahera. Selain Masisir, acara kali ini mendatangkan Syekh Athiyah Abdul Maujud Ibrahim; salah satu dosen di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Azhar yang juga pengajar di Universitas Muhammad Ibn Su’ud.

Sembari menunggu kehadiran syekh, acara diisi pembacaan shalawat Simthu al-Durar, dengan iringan tabuhan hadrah dari personel Syabâb al-Azhariy. Sesaat setelah Syekh Athiyah datang, beliau langsung mengimami shalat Isya yang dilakukan di Aula Daha KMJ.

Setelah sesi sambutan dari berbagai pihak, Syekh Athiyah dipersilakan memberikan tausiah kepada hadirin yang memenuhi Aula Daha KMJ. Dalam tausiahnya, beliau mengingatkan para hadirin akan pentingnya bershalawat kepada Rasulullah SAW dan menceritakan beberapa kemuliaan Nabi Muhammad SAW. “Dalam beberapa ayat di al-Quran, Allah mensifati Nabi dengan sifat yang dimiliki-Nya. Bahwasanya, Nabi memiliki sifat rahîm terhadap ummatnya yang begitu besar. Selain itu, Nabi juga mampu menularkan kepada orang-orang yang bersamanya, untuk senantiasa memiliki sifat kasih sayang sesama mereka. Nabi juga merupakan satu-satunya manusia yang tidak bisa diserupai oleh setan. Barang siapa yang dijumpai Nabi di dalam mimpi, maka itu merupakan suatu hal yang benar. Seperti dalam Haditsnya, ‘Barangsiapa yang melihatku dalam tidurnya (mimpi), maka ia telah (benar) melihatku. Karena sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku, HR. Bukhari.’”

Di sela-sela acara, panitia menyebarkan kotak donasi kepada hadirin guna menyisihkan sedikit hartanya  diperuntukkan kepada teman-teman yang membutuhkan. Selepas itu, panitia memberikan cinderamata kepada Syekh Athiyah dan dilanjutkan foto bersama dengan semua hadirin. Sebagai pamungkas, divisi keilmuan Zaahera mengumumkan pemenang pada kompetisi “Seminar Fakultas Zaahera.” Selanjutnya, ditutup oleh video pertunjukan Tari Tortor, tarian khas Sumatera Utara. Horas! (amin)

Iklan
Facebook Comments

Nilai Kualitas Konten

Tags
Show More

Related Articles