Warta

Ustaz Saiful Millah: Ketika Masisir Berhimpun di Satu Tempat, Maka Zona Tersebut Kurang Efektif dan Efisien

Spread the love

KAIRO, BEDUG.NET—Pendiri Rumah Hiwar, Ust. Saiful Millah menjelaskan bagaimana kawasan Darrasah bisa mendongkrak kualitas akademik Masisir. Ini dikarenakan akses perangkat-perangkat ilmu seperti toko kitab dan tempat kajian lebih mudah ditemukan di kawasan ini dibandingkan lainnya. Namun, ketika Masisir berkumpul dalam satu kawasan, maka efektifitas dan efisiensinya untuk mengembangkan bidang akademik mereka akan terganggu. Contohnya, kemerosotan Masisir dalam menguasai bahasa amiah Mesir, benturan atau konflik antarbudaya dan lain-lain.

Penjelasan tersebut disampaikannya melalui diskusi yang digelar oleh SDC (Student Dialogue Community) pada Minggu (17/07). Kali ini diskusi SDC mengangkat tema “Haruskah Tinggal di Darrasah?”, melihat saat ini Darrasah sudah dipenuhi oleh Masisir dan menjadi kawasan utama mereka. Diskusi berlangsung di Wisma Nusantara yang dimulai pada 14.00 WLK.

Selain menghadirkan Ust. Saiful Millah sebagai panelis, diskusi ini juga mengundang tiga panelis lainnya menurut bidang masing-masing. Fikri Mirfaqo, Wakil Komandan DKKM (Dewan Keamanan dan Ketertiban Mahasiswa) PPMI Mesir, menyorotinya dari bidang keamanan. “Permasalahan pertama Masisir yang paling sering terjadi di Darrasah adalah kehilangan barang. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, semisal keteledoran, tertinggal, terjatuh atau pengambilan keputusan yang salah dalam meletakkan barang,” tuturnya. Fikri menawarkan solusi preventif dalam hal ini, yaitu teliti dan tidak tergesa-gesa dalam membawa barang bawaan. Kemudian menyiapkan uang pas untuk pembayaran.

Dari sisi kesehatan, Menteri Koordinator 3 PPMI Mesir, Muhammad Lutfan Ilhami, menekankan betapa pentingnya menerapkan pola hidup yang sehat. Ia mewanti-wanti Masisir untuk mempertimbangan kebersihan dan keamanan tempat tinggal sebelum menyewanya. Lutfan juga mengingatkan Masisir untuk perhatian dengan kebersihan filter air minum. Yang kerap menjadi kelengahan mereka pada umumnya ialah memperbarui filternya, sedangkan air minum berpengaruh besar pada kesehatan.

Muhammad Miftakhudin Wibowo yang akrab dipanggil Mas Miftakh, menjelaskan tema diskusi dari bidang sosial. Mas Miftakh menuturkan bahwa Darrasah adalah bagian dari Distrik Gamalia, yang kemungkinan besar banyak Masisir yang salah memahami akan hal ini. Sebagai sejarawan, kemudian beliau menguraikan bagaimana keunggulan-keunggulan Kota Kairo pada masa lampau. Dimana Kairo pernah dinobatkan sebagai tempat terbersih di dunia pada tahun 1925 dan 1948.

Diskusi tersebut berjalan dengan lancar. Peserta yang hadir pun cukup aktif untuk menyampaikan ide-idenya. Razi Alif selaku ketua panitia mengatakan bahwa PPMI Mesir dengan program kerja barunya ini ingin mewadahi diskusi untuk menyelesaikan masalah. Mengingat banyak diskusi yang ada di kalangan Masisir, tetapi tidak terwadahi sebelumnya. Harapannya, hasil diskusi kemudian bisa dijadikan sebagai kebijakan di masa mendatang. (Zain)

Facebook Comments

Back to top button