
Salah satu persoalan yang mengakar dalam masyarakat dan belum terselesaikan ialah, problematika seks. Bagi sebagian besar masyarakat kata “seks” menjadi hal yang tabu. Seolah kata tersebut hanya mengandung konotasi negatif. Hal ini menyebabkan minimnya sosialisasi pendidikan seks yang semestinya didapatkan semua kalangan, baik anak muda maupun orang tua. Di sisi lain, minimnya pendidikan seks juga memicu biasnya persepsi tentang pendidikan seks itu sendiri. Pada akhirnya, keadaan tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menyebarkan experience sex yang kemudian disalahgunakan oleh semua kalangan.
Berangkat dari fenomena di atas, buletin Bedug pada edisi kali ini akan mengangkat tema “Edukasi Seks; Perlu atau Tabu?”. Dengan tujuan memberikan edukasi seks kepada masyarakat supaya bisa lebih arif dan bijak dalam menghadapi penyelewengan seksual.
Tunggu apa lagi? segera unduh dan temukan berbagai pengetahuan tentang pendidikan seks!
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa topik pendidikan seks masih dianggap tabu?
Karena kata 'seks' memiliki konotasi negatif bagi sebagian besar masyarakat, sehingga menyebabkan minimnya sosialisasi pendidikan seks yang seharusnya didapatkan semua kalangan.
Apa tujuan Buletin Bedug Edisi 57 mengangkat tema edukasi seks?
Untuk memberikan edukasi seks kepada masyarakat supaya bisa lebih arif dan bijak dalam menghadapi penyelewengan seksual.


