Puisi-Puisi Faroby

Tragedi Sebuah Rumah
Kau lihat rumah yang rebah
Sementara matamu membicarakan
Ledakan-ledakan antara sendu dan syahdumu
yang jumpalitan
di puing-puing dan pecahan genting
Jendela dekat kamarku
memagut kamar ibu dan dapur penghidupan
keping-keping cermin di ruang tamu
memendarkan wajah dan tubuhku
yang wangi saat menemuimu pada suatu hari
Rumah mengisahkan sepanjang umur yang
tandas di sebuah handpone
yang merekam suaramu
meraba beberapa batu tembok
masih angkuh melenyapkanku dari masa kecil
yang telah mati di sana
Bentuk Cinta setelah 50 Tahun
Merah yang tanggal
di harimu, aku sibuk bekerja
pada usia yang menyembunyikanmu
dalam nadiku
serapat liburan hari raya
Tua menjelma ayat
mengalun di bibirku dan bibirmu yang telah lupa
pada ciuman yang menua
cinta yang muda mendebur di saraf otakku
dan jantungmu mendamba malam yang puisi
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa tema utama dalam puisi 'Tragedi Sebuah Rumah' karya Faroby?
Tema utamanya adalah renungan tentang kenangan dan kehilangan yang direpresentasikan melalui bayangan sebuah rumah yang rebah, puing-puing, dan pecahan cermin yang masih memendarkan bayangan masa lalu.
Bagaimana Faroby menggambarkan cinta dalam puisi 'Bentuk Cinta setelah 50 Tahun'?
Faroby menggambarkan cinta yang telah menua namun tetap hidup, seperti 'tua menjelma ayat' yang terucap dan 'cinta yang muda mendebur di saraf otakku dan jantungmu'.
Pertanyaan terkait
Tag terkait


