
KAIRO, BEDUG— Selasa, 27 Maret 2018, Wihdah "Vivacious" bekerja sama dengan keputrian KEMASS dan KPJ, mengadakan Grand Opening Wihdah dan Dialog Terbuka. Dialog yang diselenggarakan ini mengangkat tema “Memaksimakan Peran Azhariyah Zaman Now”. Acara dilaksanakan di Aula KEMASS dengan menghadirkan Ketua Yayasan Dar el-Fachri, Ustadzah Fachriah Hanum, Lc., MA. sebagai narasumber.
Acara dimulai pukul 14.00 WLK dengan pembacaan ayat suci al-Quran, dan sambutan-sambutan. Selepas seremoni pembukaan dan sambutan, acara langsung dilanjutkan acara utama, yakni dialog terbuka bersama Ustadzah Fachriah. Dalam paparannya, ustadzah mengingatkan kembali orientasi utama Masisir putri, sehingga nantinya menjadi oleh-oleh ketika pulang ke Tanah Air. Beliau juga mewanti-wanti, “Azhariah harus tahu manhaj wasathi (moderat). Jadilah generasi Azhariah yang fleksibel, jangan hanya puas dengan nilai akademis kuliah, harus menunjukkan bakat dan performa terbaik, sehingga mampu berkiprah dalam menjawab tantangan zaman. Pun, kita harus memunculkan jiwa-jiwa kritis, dari krisis menimbulkan kritis,” beber beliau semangat. Di sela dialognya, demi memantik semangat belajar peserta, Ustadzah Fachriah menceritakan kisahnya ketika belajar di Mesir.
Dialog berlangsung meriah, ini karena antusiasme peserta yang berjumlah 50 orang. Mereka melontarkan beragam pertanyaan mengenai kiprah Azhariah di era modern. Usai dialog, acara dilanjutkan penampilan tari Gending dari keputrian KEMASS. Kemudian dilanjutkan pengenalan anggota kabinet Wihdah Vivacious. Acara ini dipungkasi dengan foto bersama dan doa. (ratna)
Pertanyaan yang sering diajukan
Siapa narasumber utama dalam dialog terbuka di acara pembukaan Wihdah Vivacious?
Narasumber utama adalah Ketua Yayasan Dar el-Fachri, Ustadzah Fachriah Hanum, Lc., MA.
Apa tema yang diangkat dalam dialog terbuka tersebut?
Tema yang diangkat adalah 'Memaksimakan Peran Azhariyah Zaman Now'.
Kapan dan di mana acara ini dilaksanakan?
Acara dilaksanakan pada Selasa, 27 Maret 2018, di Aula KEMASS, Kairo.
Apa pesan kunci Ustadzah Fachriah kepada para Masisir putri?
Beliau mengingatkan agar Azhariyah tahu manhaj wasathi (moderat), fleksibel, tidak hanya puas dengan nilai akademis, serta mampu menunjukkan bakat dan performa terbaik untuk menjawab tantangan zaman.


