
Berbagai persengketaan yang berakar pada rasisme banyak kita temui di sekitar kita. Rasisme dalam KBBI berarti prasangka berdasarkan keturunan bangsa atau paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul. Masih berkaitan dengan arti kedua, rasisme dapat diartikan sebagai pengentalan identitas mulai dari agama, suku, komunitas dan sebagainya. Ia hadir sebagai reaksi baik dari pengaruh internal seperti gejolak batin manusia dalam mengekspresikan diri, maupun eksternal seperti liyan yang mengusik batas-batas identitasnya.
Dari sini, muncul pertanyaan apakah rasisme dapat ditolerir sebagai penanda kemajemukan? Atau ia budaya yang harus dikampanyekan? Atau sebaliknya. Tersebab identitas erat dengan diri kita, buletin Bedug edisi 34 memilih tema “Rasisme”. Kami mencoba mengupas fenomena rasisme dari pelbagai sisi, mulai dari kacamata agama, psikologis hingga sosial.
Pada akhirnya, sila membaca dan semoga menemukan jawaban-jawaban yang kami tawarkan.
[button color="red" size="small" link="https://drive.google.com/file/d/1iVuoyL5UKPf37cAjsCxuidooKWxxkHXY/view" icon="" target="true" nofollow="false"]DOWNLOAD PDF[/button]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa tema yang diangkat dalam Buletin Bedug Edisi 34?
Tema yang diangkat adalah 'Rasisme'.
Sudut pandang apa saja yang dibahas dalam mengupas rasisme di Buletin Edisi 34?
Rasisme dikupas dari pelbagai sisi, mulai dari kacamata agama, psikologis, hingga sosial.
Menurut konten, apa arti rasisme dalam KBBI?
Dalam KBBI, rasisme berarti prasangka berdasarkan keturunan bangsa atau paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul.
Pertanyaan terkait
Tag terkait


