
Santri merupakan ia yang tumbuh dan berkembang dengan karakteristik dunia pesantren. Bentuknya seperti religius, feodalistik (kesadaran adanya perbedaan antara kyai dan santri), dan asketis (sederhana). Sedangkan modernitas yang merambah ke berbagai penjuru termasuk dunia santri membawa watak yang bertolakbelakang dengannya, yakni materialistik (memperoleh materi sebagai puncak kenikmatan), sekuler, dan egaliter (berpedoman pada adanya kesetaraan).
Berangkat dari paradoksal tersebut, buletin Bedug edisi 35 mengangkat tema “Santri dan Modernitas” dengan maksud menggiring santri untuk mengikuti modern tanpa terbawa arus modernisasi. Pun mengingatkannya agar tidak menutup diri dari modernisasi.
Ala kulii hal, sila membaca dan memahami apa yang akan kami sampaikan.
[button color="red" size="small" link="https://drive.google.com/file/d/12NP-us4V5TIyzoi9UIDxFebGMq6wKUlC/view" icon="" target="true" nofollow="false"]DOWNLOAD PDF[/button]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa tema yang diangkat Buletin Bedug edisi 35?
Tema yang diangkat adalah 'Santri dan Modernitas'.
Bagaimana karakteristik dunia pesantren menurut artikel?
Karakteristiknya adalah religius, feodalistik (kesadaran perbedaan kyai-santri), dan asketis (sederhana).


