
Sebagaimana yang diketahui, moral merupakan ajaran bagaimana kita hidup sesuai dengan aturan yang berlaku. Penilaina baik dan buruk tentang seseorang mengacu pada standar yang mengacu pada standar yang terbentuk dari history-history masyarakat. Sehingga mudah sekali tergambar dimasyarakat tentang seseorang yang bermoral atau amoral.
HAM meruapakan konsep kebebasan yang mengacu pada masing-masing individu. Bahwasanya manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya sejak lahir,yang berlaku pada siapapun, kapanpun dan di manapun. Akan tetapi menjadi hal yang problematis apabila seseorang menuntut pelegalan suatu tindakan yang menyalahi moral dengan mengutamakan HAM. Pun sebaliknya, hal tersebut menimbulkan dilematis ketika kita menyikapi tuntunan tersebut.
Berangkat dari dilematis tersebut, bulletin Bedug edisi 36 mengangkat tema ‘HAM dan Moral’. Disamping sebagai intruksi dan relektif, pun sebagai upaya untuk menjawab dialematis diatas sesuai kebijakan yang baik dan benar. Wabakdu, semoga suguhan kami ini bisa diterima dan bermanfaat bagi semua.
Tabik,
[button color="red" size="small" link="https://drive.google.com/file/d/1qnGNFsG3lzcB3Gh5mVZhJzsTMB1yEyDk/view" icon="" target="true" nofollow="false"]DOWNLOAD PDF[/button]
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa tema yang diangkat dalam Buletin Bedug Edisi 36?
Tema yang diangkat adalah HAM dan Moral.
Menurut artikel, apa definisi moral yang dikemukakan?
Moral merupakan ajaran bagaimana kita hidup sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan penilaian baik dan buruk yang mengacu pada standar yang terbentuk dari sejarah masyarakat.
Mengapa topik HAM dan Moral bisa menjadi dilema?
Dilema muncul karena adanya tuntutan pelegalan tindakan yang dianggap menyalahi moral dengan mengutamakan HAM, yang menimbulkan pertentangan dalam menyikapinya.
Pertanyaan terkait
Tag terkait


